Kamis, 08 November 2012

Biru dan Putih yang Setia

diambil dari sini


          Aku tak pernah bosan melihatnya. Gumpalan yang terbentuk dari sekumpulan titik-titik air yang bergelayut di bawah atmosfir itu kadang serupa kapas, atau seperti asap yang mengepul. Berarak-arak, berhamburan, semburat memenuhi kanvas biru raksasa. Bila kumpulan titik-tik air itu terlalu banyak dan berat, dia akan jatuh, berubah bentuk menjadi tetesan air yang membasahi bumi. Titik-titik air itu seperti kumpulan jejakmu dan jejakku. Suatu saat kumpulan jejak itu akan kembali pada yang telah mengukir dan mengumpulkannya. Kau dan aku, masing-masing akan mengenali setiap jejaknya kembali.

        Biru dan putih. Sebuah perpaduan yang serasi tak terbantahkan. Kanvas biru raksasa dan gumpalan kapas putih seolah menjadi sekat pembatas antara bumi dan seluruh antariksa. Seperti selaput tipis antara bumi, alam semesta dan kasih sayang Tuhan. Seperti dua sahabat setia yang tak terpisahkan, saling setia dan melengkapi. Seperti jodoh sehidup dan semati, tak pernah terpikir untuk meninggalkan satu sama lain. 
 
          Meski biru berubah menjadi jingga bahkan kelam, dan putih berubah kelabu hingga hitam. Kesabaran dan kesetiaan akan mengembalikan pada warnanya dengan sempurna biru dan putih. 

*Sesaat setelah memandang langit, teringat masa kecil suka berimajinasi tentang istana di balik awan :D